Deskripsi
Penulis: Lemon Mint
Tebal: 83 halaman
Farhan, penulis novel berusia dua puluh delapan tahun, memutuskan pindah ke kampung halaman istrinya, Resti, yang sedang mengandung lima bulan. Di Belitung yang sunyi dan gerah itu, ia berkenalan dengan para tetangga pria yang rupanya tak kalah mencolok—Doni, guru olahraga tiga puluh lima tahun yang bermata sipit menawan; Bagas, pekerja tambang berleher tebal berkulit gelap; Mirhan, montir bengkel dengan keringat yang selalu membasahi singletnya; serta Faris, pegawai kecamatan dengan postur yang selalu tampak rapi. Akan tetapi, Farhan perlahan menyadari pola ganjil: malam demi malam, laki-laki-laki itu datang bergantian ke rumah Doni menjelang tengah malam, dan tak pernah pulang sebelum kampung benar-benar sepi.
Suatu malam, rasa penasaran membawa Farhan berjalan menyusuri kegelapan hingga berdiri di bawah jendela kamar Doni. Melalui celah tipis tirai putih, ia menyaksikan Doni dan Faris saling berciuman dengan tenang, seolah sudah ratusan kali melakukannya. Tubuh Farhan menegang, napasnya berubah berat—dan yang lebih mengejutkan, tubuhnya yang selama ini mengidentifikasi diri sebagai straight justru bereaksi. Keesokan paginya, Doni menemuinya dengan senyum tipis lalu mengatakan sesuatu yang membuat darah Farhan tersirap: “Semalam kamu ngintip, kan? Kalau suatu saat kamu butuh pelampiasan, datang saja ke rumah. Pintu tidak akan aku kunci.”
Malam itu, setelah Resti terlelap, Farhan berdiri di teras menatap lampu kamar Doni yang masih menyala. Setiap langkah yang ia ambil terasa seperti keputusan yang semakin sulit dibatalkan. Ia tahu istrinya yang sedang hamil menunggu di kamar, tahu segala hal tentang dirinya yang selama ini ia yakini bisa hancur dalam satu malam. Namun, ketika Doni muncul di balik pintu yang sengaja tidak dikunci, Farhan tahu satu-satunya pertanyaan yang tersisa: akankah ia melangkah masuk, atau memilih kembali sebelum segalanya berubah selamanya?









Asep (pemilik terverifikasi) –
digilir🤣
Ari (pemilik terverifikasi) –
Bagus, ada lanjutannya please